HALAMAN

Senin, 15 Agustus 2011

Perderas Aliran Keran Bensin Vakum, Jebol Atau Ganti Baru?

Di motor sekarang, rata-rata sudah pakai keran bensin tipe vakum. Baru membuka ketika mesin sudah hidup. Namun banyak juga yang pengin bensin lebih deras menuju karburator. Apalagi jika aplikasi karbu variasi dan intake manifold racing. Nah, biasanya intake variasi tidak dilengkapi nozzle untuk ke slang vakum.

Sambil nunggu bedug buka puasa tiba, akali agar bensin langsung mengalir tanpa nunggu kevakuman manifold. Ada beberapa cara bisa dilakukan. Lewat cara by pass atau sekalian ganti keran. “Jika tidak ingin keluar uang, mending beli keran manual. Selanjutnya tinggal by pass,” ujar Dayat dari workshop Em-Push di Meruya, Jakarta Barat.

By pass atau melangsungkan aliran bensin di keran vakum Yamaha cenderung lebih mudah. Misal di Mio, cukup buka 5 sekrup tutup keran vakum. “Setelah terbuka, cabut per yang ada di dalam keran,” saran pria yag akrab disapa Ncink Cobra. Ih serem banget.

Itu buat tipe keran yang bisa dibuka. Tapi, buat yang tidak bisa dibuka macam di skubek Honda, Ncink menyarankan untuk merojok bagian dalam keran pakai jari-jari pelek. “Lewat cara ini, pegas dan katup akan rusak. Bensin jadi langsung mengalir,” bilang pria yang juga gape alias jago di urusan bubut ini.

Langkah lainnya, bisa juga melakukan penggantian keran. Misal di Honda BeAT. Bisa pakai keran milik Honda GL-100. “Harga murah dan sudah pasti jaminan bensin bakal lebih lancar mengucur,” katanya mantap.      (motorplus-online.com)

Jarak Main Sokbreker, Sesuaikan Dengan Medan Yang Dilalui

Panjang-pendek pipa sokbreker depan berpengaruh terhadap kenyamanan pengendara. Contoh, motor bebek atau skubek dengan pipa teleskopik pendek keberatan lewat jalur lubang dan kasar. Pipa kerap mentok tabung walau ditahan per dan oli.

Maka jangan salah pilih motor, ketika nanti akan melibas medan. Sebab, sokbreker pendek otomatis jarak main per, serta ruang sikulasi oli penahan tendangan balik (rebound) akan menjadi lebih sedikit. Cocoknya buat harian yang jalurnya datar.

Sedang pipa panjang dengan ruang sirkulasi oli besar. Tekanan pipa ke dalam tabung lebih dalam. Panjang-pendek tendangan balik atau rebound bisa dicari dengan cara ukur panjang tekan maksimal.

Umpama panjang utuh sokbreker bebek Suzuki Shogun 125 48 cm. Lalu ujung atas pipa sampai sil tabung, diukur jaraknya 16 cm tanpa dibebani. Ketika pipa ditekan habis, menjadi 12 cm. Sehingga jarak main idealnya, 16 – 12 = 4 cm.

Buat motor sport macam Honda Tiger dengan panjang 76 cm, jaraknya pasti beda. Dari pipa atas ke sil tabung memiliki jarak 41 cm tanpa beban. Begitu mendapat tekanan, menjadi 35 cm. Dengan begitu, jarak main yang paling ideal cuma 6 cm. Lebih dari itu, pipa teleskopik rawan mentok.

Kalau nggak mau dan bebas mentok, silakan  pilih sokbreker punya trail. Dengan pipa teleskopik yang lebih panjang, jalan berlubang dan terjal pun bisa dengan mudah ditrobos. (motorplus-online.com)