HALAMAN

Sabtu, 15 Juni 2013

Yamaha Jupiter-Z, Kejar Power Teratur


Bermain di Kejurnas MotoPrix Region 2 seri II, Purwokerto, Jawa Tengah lalu, pacuan Sulung Giwa terlihat stabil. Pembalap andalan Yamaha Yamalube NHK 3M FDR Ridlatama (YYN3FR) teratur mengumpan power dari mesin ke roda belakang. Padahal, posisi start hanya pada grid ke-4.

Artinya, ada tiga pembalap di depannya, dengan kecepatan yang lebih baik. Apalagi sempat fight dengan Willy Hammer dari tim Honda Rinjani MPM NHK Kawahara, lebih dari setengah race yang keliling 20 putaran sirkuit GOR Satria Purwokerto. Ternyata, kuncinya mengatur tenaga optimal untuk sirkuit yang berakter high speed ini.

Sirkuit GOR Satria memiliki karakter yang unik. Dengan jarak 1 kilometer, tetapi dihiasi 10 tikungan. Iya, tikungan ke kanan dan ke kiri juga dong. Walaupun punya trek yang tak terlalu lebar, namun bertipikal rolling speed. Hanya satu chicane yang cukup memperlambat laju kuda besi balap.

“Makanya, saya fokus putaran menengah dan atas. Akselerasi atau power bawah sedikit dikorbankan. Namun mesin awet dengan rasio kompresi 13,5 : 1,” buka Widya Krida Laksana, tukang korek mesin andalan YYN3FR.

Gebukan kompresi yang dibakar bensol ini ditahan oleh piston Daytona berdiameter 55,25 mm. Komposisi ini pas untuk kelas MP1 yang boleh bore up untuk pacuan 125 cc seeded. Kan aslinya Jupiter-Z hanya 110 cc.
Tak heran kalau power terlihat halus setiap keluar tikungan. Karakter Sulung Giwa yang cenderung seradak-seruduk, mampu mengikuti ritme dan karakter sirkuit. Caranya, karburator diseting sedikit basah dengan komposisi pilot jet 62 dan main jet 118 yang disemburkan Keihin PWK Sudco 28 mm.

Apalagi race MP1 alias 125 seeded ini start pada siang hari. Yaitu, pukul 13.30 WIB dengan cuaca terik matahari yang lagi lucu-lucunya. Wajar kalau butuh setingan karbu basah.

“Jika karbunya diseting kering, mesin bakal teriak dengan kehabisan power. Yang bahaya, mesin bisa-bisa overheat dengan resiko piston macet,” yakin Gendut saapaan gaul mekanik muda ini.

“Untuk noken as, masih seperti korekan lama dengan lift klep dibuat 9,4 mm. Tapi, racikan paling mujarab, ada pada kombinasi rasio. Gigi I, 13/33 mata. Gigi II, 18/32 mata. Gigi III, tetap pakai standar dan gigi IV main di 21/24 mata,” jelas Gendut yang giginya kering karena Sulung juara. Senyum terus sih. Ha,ha,ha...

Racikan rasio tersebut, membuat lengkingan mesin tidak menjerit kehabisan power. Tapi, tetap melaju halus dengan final gear 14/42 mata sesuai permintaan power mesin yang stabil.

Selamat!. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban : FDR MP 76 90/80-17
Pelek : SSS 1,60 x 17
Sok belakang: Penske
Klep: Sonic
Karbu : Keihin PWK Sudco 28
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR YG BAIK DAPAT MENINGKATKAN PERFORMA BLOG INI... THANKS TO ALL. . .