HALAMAN

Tampilkan postingan dengan label korek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korek. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 April 2013

Ongkos Perawatan Mesin 2-Tak, Simpel dan Jauh Lebih Murah



Meski populasi motor 2 langkah sudah makin menyusut, penggemarnya masih tetap ada dan eksis. Terbukti dengan makin berkibarnya komunitas yang identik dengan tarikan spontan ini. Meski regulasi yang bakal dikeluarkan pemerintah per Agustus 2013 ini yaitu Euro 3 diprediksi akan makin menyulitkan penggemar motor 2-tak untuk terus bertahan.

Salah satu yang menjadi daya tarik dari motor 2-tak ini adalah soal perawatan yang mudah dan tentunya juga jauh lebih murah. “Masing-masing ada kelebihannya. Soal perawatan 2-tak simpel. Tidak seperti 4-tak,” jelas Zulkarnain, pendiri RRO2 alias Ninja RR Owners Only.

Penggantian spare-parts motor 2-tak menurut sebagian besar mekanik yang biasa menangani motor ini relatif tidak banyak yang diganti. “Paling cuma bebersih di beberapa komponen saja. Kalaupun diganti harganya masih terjangkau. Komponen masih banyak dan mudah didapat. Orisinal sampai aftermarket,” sebut Kahfi Wijaya, mekanik K22 di Jl. Lebak Bulus III, No. 40, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Kali ini MOTOR Plus akan membahas secara singkat perawatan yang dilakukan untuk motor 2-tak. Termasuk berapa biaya servis. Di antara motor dua siklus yang masih sangat mudah ditemui di antaranya adalah mereka penggerber Kawasaki Ninja 150, Honda NSR, Suzuki Satria 120R atau RGR 150 dan Yamaha RX-King. Komunitas motor dua lejang ini, juga terus tumbuh subur di beberapa daerah.

Selanjutnya, mari dan coba perhatikan jenis perawatan yang biasa dilakukan.

SATRIA 
Motor yang berhenti produksi pada 2004 ini relatif mudah untuk dirawat. Menurut Kahfi, untuk Satria berkapasitas 120 cc ini biasanya dilakukan perawatan rutin sebulan sekali. “Ini masih tergolong perawatan ringan untuk kendaraan yang setiap hari masih diajak jalan,” ujar Kahfi.

Untuk perawatan sebulan sekali menurutnya membersihkan karburator dan silinder head. “Biasanya silinder head banyak kerak. Apalagi kualitas oli dan bensin nggak bagus, sudah pasti kerak banyak,” bilangnya.

Perawatan sebulan sekali ini biasanya tidak ada penggantian. “Paking dan silinder head serta piston dan ring hanya dibersihkan,” rinci Kahfi yang mematok biaya servis ringan Rp 35 ribu.

Sedang untuk servis besar dilakukan setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali. “Servis besar ini termasuk cek lidah reed valve, penggantian paking blok, oli dan cek kampas kopling,” lanjut Kahfi yang mematok ongkos servis besar di rentang harga Rp 100 ribu.

NSR & NINJA 150
Kedua varian ini hampir mirip. Perawatan ringan diberlakukan setiap sebulan sekali. “Cuma bersihkan karburator dan kerak di kepala silinder,” sebut Novi, mekanik Tri Star Motor.

Lantarab kedua motor ini memiliki pendingin cair, menurut Novi sebaik- nya juga bongkar blok silinder tidak usah terlalu sering. Piston jadi mudah melengkung karena overheat.

Ada hal mendasar dari dua jenis motor ini. Keduanya memiliki satu komponen penambah daya. Yakni servo untuk NSR dan KIPS di Ninja. “Sistem kerjanya beda. Servo digerakkan secara elektronis sedangkan KIPS secara mekanis. Makanya untuk servis NSR harus diperhatikan pengecekan kelistrikan. Karena sumber daya penggerak servo dari listrik,” lanjut Novi yang mematok ongkos kerja untuk servis ringan Rp 50 ribu.

Penggantian komponen, paling busi dibanderol Rp 12.500. “Pengecekan 6 bulan sekali yang dilakukan pada servis ini di antaranya cek membran katuh buluh.”

RX-KING
Hampir mirip dengan motor 2-tak lain, pemilik Yamaha RX-King juga sebaiknya dirawat setiap bulan. “Yang wajib dibersihkan karburator. Ini ibarat jantung. Karbu sehat, pembakaran juga makin bagus,” sebut Wahyu dari, Wahyu Motor Speed yang jadi langganan komunitas Yamaha RX-King Jakarta yang mematok biaya untuk servis ringan sebesar Rp 30 ribu.

Sedangkan untuk servis sedang, sebaiknya dilakukan setiap 3 bulan sekali. “Untuk servis sedang ini buka silinder, bersihkan liner, lubang transfer, piston, dan membran,” ulas mekanik yang mangkal di Jl. Raya Plumpang Semper, No. 22, Jakarta Utara.

Sipnya lagi meski blok silinder sering dibongkar pasang, menurut Wahyu paking RX-King jarang sekali diganti. “Karena kualitas bahan juga berbeda. Karena dibuat dari tembaga. Kalau 4-tak biasanya dibuat dari kertas,” ulas Wahyu yang mematok biaya servis sedang ini sebesar Rp 50 ribu. (motorplus-online.com)

Jumat, 15 Februari 2013

Bikin Moncong Karburator Model Velocity, Agar Gas Speed Meningkat!



Moncong ini bukan sembarang moncong! Tapi, ini kali, bicara soal tren moncong di karburaor standar alias lubang venturi yang dibikin model velocity. Hal ini, memang booming di balap liar. Juga, jadi pilihan di ajang resmi kelas standar.

Dibuat model velocity, tujuannya agar gas speed (GS) meningkat. Maksudnya, campuran bahan bakar yang disalurkan akan lebih banyak, karena alurnya lebih terarah dan sedikit hambatan. Di moncong standar, masih terdapat lekukan yang bisa memperlambat alirannya.

“GS terbukti meningkat setelah pernah dihitung flow bench dengan hitungan CFM (Cubic Feet Minute),” kata Andi Makhrizal, mekanik cerdas dari Adri Racing di Jl. Penggilingan Raya, Komp. Taman Pulo Indah, Blok. L No. 24, Jakarta Timur.
pembuatannya, ambil sampel di karbu Honda Blade. Bisa pakai alat bubut, soal derajat sisi bagian dalam venturi dibikin 21 derajat dan moncong yang mengarah ke luar 35 derajat.

“Tapi, harus hati-hati agar karburator enggak bocor. Untuk motor aplikasi liaran, bagian luar moncong bisa pakai lem Alteco agar enggak bocor. Karena dari sisi terdalam dan terluar ada jeda, agar lebih halus bisa dihaluskan dengan amplas,” jelas mekanik yang tenar dipanggil Andi OP.(motorplus-online.com)

Sabtu, 08 Desember 2012

PERBESAR PENGAPIAN HANYA DENGAN KAWAT TEMBAGA

Untuk para speed junkies, kawanku smua ane mau ngebagi rahasia tips dan trik murmerceng cara memperbesar pengapian dengan cara ground strap

Ground Strap

Nah, yang bakalan kita bikin kali ini namanya adalah ground strap. Kalo ente belom tau, ground strap adalah grounding yang dilakukan pada kabel busi yang berfungsi sebagai booster sekaligus stabilizer pengapian. Lha kok bisa nge-booster. Yap, teknologi ground strap akan menghilangkan kapasitansi kabel busi dan menyerap frekuensi liar yang tercipta di sekeliling kabel busi. Kapasitansi dan frekuensi ini bervariasi tergantung kabel busi yang dipakai, biasanya kabel busi yang "super" (tebal/racing, cth: protec racing wire) akan menghasilkan arus yang lebih rendah, sehingga dengan demikian pengaruh ground strap akan lebih terasa pada kabel busi standar. Adapun efek yang dihasilkan mirip dengan stabilizer cth: 9Power. Untuk hasilnya bagusan mana, ente rasain sendiri aja ye, resep ini atau 9Power dsb, soalnya nanti ane bisa-bisa dilemparin bata sama produsen 9Power ntar. :D

Adapun koil yang sudah menerapkan teknologi ini adalah koil Nology dan Protec Ultimate yang termasuk koil mahal premium. Ente bisa mengamati sendiri perubahan pada api yang dihasilkan pada saat ground strap diaplikasikan, api akan langsung berwarna biru dan fokus. Ente dapat pula mengamati perubahannya di mesin dyno, wkwkwkwk.

Oke , pertama yang harus ente lakukan adalah membeli kabel kawat yang di toko elektronik dijual Rp 3000,- per meter, bentuknya kayak gini :

namanya kabel kawat
 Setelah ini ente buang kulitnya sehingga terlihat kawat tembaga telanjang, yang harus ente lakukan adalah melilitkan kawat tersebut di sepanjang kabel busi, untuk hasil maksimal, sebisa mungkin kurangi panjang kabel busi ente dan buat lilitan yang rapat. Lilitan tidak perlu menutup semua kabel busi, namun pastikan sekitar 70-80% tertutup lilitan. Setelah itu ujung lilitan, disambungkan/dibaut dengan ground koil. Langkah terakhir, bungkus lilitan dengan isolasi listrik / kabel bakar.
dililit disepanjang kabel busi, lebih rapat + banyak lilitan makin joss


ujung lilitan jgn lupa dihubungkan ke massa
 Selesai, mudah bin eces bukan? Rakit koil ke posisi semula, untuk hasil yang optimal, setel karburator.  dan GGAAAAAAAAAAAASSSSSSSS...!!!!!!!!!

Minggu, 14 Oktober 2012

Bikin Sendiri Alat Gerus Puli, Manfaatkan Setang Seher Bekas


Banyak mekanik yang percaya buat memainkan puli agar top speed bertambah. Khususnya, di putaran atas. Maka itu, bagian puli, terutama sisi jalur roller dimainkan lewat penambahan jalur.

Tapi, meski disebut penambahan jalur, prosesnya bukan seperti menambah ‘daging’ atau bahan aluminium. Ini, justru sebaliknya. “Jalur atau sering disebut got roller, digerus lagi hingga ke sisi paling ujung. Modelnya, dibuat lebih landai,” timpal Yong Mustofa selaku tunner tim Yong Motor yang bengkelnya di Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selain putaran kurang tinggi, menurut Yong, ini juga salah satu penyebab kenapa roller sering aus tak rata. Nah, mekanik yang cukup punya nama di ajang drag bike ini punya cara khusus buat bikin jalur roller.

Enggak usah pakai bor tunner, tapi cukup manfaatin setang seher bekas. “Kalau dibubut atau bor pakai bor tunner, takutnya enggak sama derajatnya. Pakai saja setang seher bekas motor apa saja. Punya Yamaha Mio juga bisa,” saran Yong yang bisa diajak konsultasi di (021) 912-72845

Karena bentuk setang yang bagian pin piston cocok dengan diameter roller, jadi bagian ini tinggal dicoak. Dicoak untuk dibuat tajam layaknya pisau bubut. Melalui langkah ini, nantinya jalur roller akan digerus.

"Pasti akan rata hasilnya. Tinggal coak saja sampai enggak ketemu mandeknya. Dengan posisi roller lebih tinggi, mampu menjepit v-belt lebih naik. Sehingga top speed jadi naik,” sebut tunner 30 tahun yang kerap korek skubek drag itu. Mau coba? (motorplus-online.com) 

Sabtu, 04 Agustus 2012

Ayo Bikin Power Jet Karburator, Bantu Putaran Atas


Jalur sudah ada tinggal, tinggal tembuskan saja
Maraknya balap trek lurus 500 meter, cenderung memaksa engine bermain di putaran tinggi. Sokongan bahan bakar, musti mumpuni. Kalau tidak, bisa amsyong deh. Tapi, usah kuatir. Ada trik yang bisa diandalakan agar kucuran bahan bakar tetap sempurna. Yaitu, terapkan power jet di karburator.

“Kalau di putaran bawah, belum jalan. Karena power jet akan bekerja seiring bukaan botol skep. Ketika skep terangkat tinggi, bahan bakar akan terisap kevakuman moncong karbu,” sebut Hardi, tunner tim Honda Kawahara Racing PCO Cycle.

Buat sobat yang aplikasi seperti Keihin PE, sebenarnya di karbu ini sudah tersedia jalur untuk power jet. Jadi, tinggal dimanfaatkan saja. “Memang ada, tapi fungsinya tidak semaksimal jika kita pakai alat tambahan. Misalnya seperti slang,” sebut tunner yang lebih dikenal dengan panggilan Kampret ini.

Tapi, kenapa tidak maksimal ya? Karena menurutnya dengan adanya slang dan makin panjangnya slang, maka suplay bensin buat di putaran atas makin lama. Beda dengan hanya manfaatkan jalur karbu saja.

Eit, tapi enggak apa. Toh langkah yang mau kita lakukan ini, murah-meriah lho. Cuma modal mata bor dan lem saja. Yukz, kita langsung praktek.

Pertama, ketahui dulu jalur atau saluran yang bisa dipakai buat power jet. Yaitu, ada di mangkok dan bodi karbu bagian samping. Tapi, saluran ini masih dalam keadaan tertutup. Maka itu perlu dilubangi.

Mata bor yang dipakai, peranti yang biasa dipakai buat merojok atau membesarkan lubang spuyer. Dalam satu set atau kemasannya, tersedia mulai ukuran 0,3 – 1,6 mm. Tapi, dalam hal ini pakai yang 0,8 mm saja.
"Lubang jangan terlalu kecil atau terlalu besar juga. Kalau terlalu besar malah tidak ada tekanan balik. Besin jadi enggak naik. Kalau terlalu kecil juga tidak maksimal,” saran Kampret lagi.

Pertama, lubangi atau tembuskan jalur yang ada disisi samping karbu (gbr. 1). Jalur ini, buat jalur masuk dari mangkok. Setelah dilubangi, tutup permukaan lubang pakai lem besi. Lalu, lanjutkan tembuskan ke bagian venturi. Jika sudah, tutup lagi pakai lem besi di permukaan lubang (gbr. 2).

Kini, bagian bodi sudah tembus. Tinggal bikin jalur yang di bagian mangkok. Pakai mata bor yang sama, kini tembuskan jalur yang ada di bagian ujung mangkok itu. Tapi, agar jalur terisi bensin dari dalam mangkok, maka jalur itu harus ditembuskan (gbr. 3).
Karena enggak mungkin bor dari sisi dalam mangkok, maka teknik pengeboran kudu dilakukan dari sisi luar. Iya dong, soalnya ruang untuk posisi mata bor kan terbatas. Maka itu musti dari luar.

Jika sudah tembus, jangan lupa juga bagian luar yang sudah dibor itu ditutup pakai lem ya! Selesai semua proses yang dilakukan, tinggal rakit ulang karbu dan pasang. Kini, rasakan bedanya. (motorplus-online.com)

Honda LS125R, Tercepat di Sport 140cc!


Buat terjun di kelas Sport 2 Tak Tune Up s/d 140 cc, Honda LS125 R yang dipacu Bowo Samsonet ini lebih mengutamakan pendinginan engine. Hasilnya, enggak tanggung-tanggung! Bowo dan pacuannya berhasil podium utama dengan waktu tercepat di 7,366 detik. Tentunya di jarak tempuh 201 meter di ajang Pertamina Enduro KYT Day Battle Dragbike 201M 2012, dua minggu lalu.

“Kalau hanya fokus di korekan dan tak memperhatikan pendinginan, mesin overheat terus. Yang seharusnya keluar power besar, justru malah drop habis. Dulu sempat begitu,” sebut Momon Supriyadi dari MC Racing TDC selaku tim pemilik motor yang ngetrend di Thailand ini.

LS125 mengaplikasi pendinginan mesin tipe radiator. Maka itu, bagian silinder blok dan kepala silinder disesaki lubang-lubang buat water jacket. Pakai bor tunner, lubang buat aliran air dari radiator ke blok digerus sekitar 3 mm.

Dengan diperbesarnya lubang-lubang ini, cairan coolant yang masuk jadi lebih banyak. Makanya usah heran jika melihat sisi luar blok silinder yang penuh dengan tambalan las aluminium.

Memang jika tidak ditutup lapisan cat, blok terkesan berantakan. Tapi, efeknya suhu mesin di bagian silinder bisa diredam. Power yang keluar pun seperti apa adanya.
Buat di ruang bakar, LS125 ini hanya mengaplikasi piston diameter 56 mm bermerek TPC. Piston ini setara dengan oversize 100 dari piston standar LS125 yang 55 mm.

Sedang stroke alias panjang langkah piston standarnya 52 mm. Tapi, dinaikkan lagi 1 mm, total naik-turun jadi 2 mm. Maka total isi silinder menjadi 133 cc. Itu artinya hanya butuh mennaikan 8,5 cc agar pacuan ini ngibrit. Maklum, power standarnya saja sudah sentuh 24 dk.

Pembesaran lubang transfer dan lubang exhaust juga dilakukan agar proses pengabutan bahan bakar dan udara tercukupi. “Tinggi lubang transfer dibikin 39 mm,” timpal Momon yang bengkelnya di Jl. Puri Beta, Ruko Petos VII, No. 12, Ciledug, Tangerang.

Proses pengabutan bahan bakar dan udara itu pun ditopang pemakaian membran dari V-Force 3. Sedang karburator aplikasi milik Keihin PWM 38 mm yang direamer lagi hingga 40 mm.
Sebagai bahan bakar utama, dipilih bensol yang dicampur dengan oli samping Castrol 747. “Perbandingannya 1 liter bensol dengan 25 ml oli samping,” bilang pria 31 tahun asal Bogor, Jawa Barat itu.

Saluran buang, dipilih merek AHM. Sebenarnya saluran buang ini punya volume sama dengan Honda LS125 yang dipakai buat kelas FFA. "Beda di silencer aja," tutup Momon. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Dunlop 50/90-17
Ban belakang : Eat My Dust 60/70-17
CDI : Honda Nova Dash
Knalpot : AHM
Sok belakang : G@zi

Kawasaki Ninja 150, 201 Meter Tembus 6,971 Detik!


Eko Chodox yang memacu Kawasaki Ninja 150 ini berhasil mencetak catatan waktu terkencang. Yup, di ajang Pertamina Enduro KYT Day Battle Dragbike 201m 2012 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, beberapa minggu lalu. Turun di kelas Free For All (FFA), pembalap drag bike asal Semarang, Jawa Tengah ini berhasil meraih waktu 6,971 detik buat jarak tempuh 201 meter.

Buat bermain di kelas FFA ini, Ninja yang terlihat sangar lewat kelir Hitam itu dibekali piston 66 mm. Piston aftermarket ini memiliki pin piston 17 mm. ”Mereknya KDX. Memang untuk Ninja 150,” sebut Muhamad Yusron Supriyanto selaku tuner tim Kickstart Baitech yang jadi tempat Chodox bernaung.

Dengan diameter piston yang besar, penyempurnaan lubang transfer juga ikut dimainkan. Apalagi, buat Ninja yang turun di kelas bebas alias FFA ini, Yusron juga mengandalkan karburator gambot. Yaitu, Keihin PWK Sudco 38 mm. Pilot-jet diseting di angka 60. Sedang main-jet 175.

Maka itu, lubang transfer ikut diperbesar. dibuat melbar 42,5 mm. Begitunya udara dan bahan bakar bisa lebih leluasa buat masuk ke ruang kruk as (langkah isap) buat nanti proses pembakaran. Begitu juga lubang bilas. Modelnya dibuat rata.
Dengan deras dan volume yang lebih besar, tentunya kebutuhan di ruang bakar jadi terpenuhi. Avgas yang jadi bahan bakar di Ninja ini pun mampu dibakar untuk menjadi tenaga lewat proses kompresi.

Tetapi proses tenaga yang dihasilkan, belum tentu sempurna jika tak diikuti pembesaran lubang exhaust. ”lubang ini saya buat modelnya trapesium. Ukurannya 74 persen dari diameter piston,” sebut tunner 32 tahun asal Magelang, Jawa Tengah itu.

Tapi jika dihitung dari lubang teratas exhaust hingga bibir atas silinder, sekitar 29,5 mm. Seperti kebanyakan tunner engine 2-tak, menurut Yusron bentuk trapesium paling tepat buat lubang exhaust. Mungkin karena setelah proses kompresi, gas buang jadi lebih mudah keluar.

Maklum, beberapa derajat setelah piston bergerak ke arah Titik Mati Bawah (TMB), lubang ini baru terbuka oleh piston. Jadi, ingin cepat-cepat keluar kali. Apalagi rasio kompresi bermain di 6,8 : 1.

Sebagai otak pengapian, Yusron mengandalkan CDI milik Kawasaki Ninja 150 RR tipe 1454 yang ditemani busi NGK tipe B9EVX. Oh ya, buat kejar power di putaran bawah, Yusron tetap andalkan magnet standar yang bobot awalnya 1,4 kg dibubut jadi 900 gram.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan    : Eat My Dust 50/90-17
Ban belakang: Eat My Dust 60/70-17
Teromol belakang: Yamaha Jupiter
Knalpot    : KDX Exhaust Concept
Busi    : NGK B9FVX

Kamis, 17 Mei 2012

BIAYA HEMAT TARIKAN HEBAT


Ganti Kampas Kopling Yamaha Force-1: BIAYA HEMAT TARIKAN HEBAT
Pada sepeda motor yang usianya sudah tua, wajar bila ada komponen bergerak yang minta di ganti. Contohnya, kampas kopling Yamaha Force-1. Gerungan mesin yang tidak diikuti laju motor menandakan komponen selip alias aus. Cara mengatasinya, kampas kopling harus diganti. Bila tawarannya dulu ada orisinal atau lokal, sekarang ada pilihan baru: mengadopsi milik Suzuki FR80."Dijamin sip,"

PENYESUAIAN
Maksud "Sip", selain dibandrol 50 % lebih murah, untuk kerja lebih oke, juga mudah didapat. Malah beberapa tim balap mengandalkan kampas kopling ini untuk motornya. Secara fisik peranti ini lebih tebal dan lebar dibandingkan punya asli Yamaha. Untuk memasangnya, mesti ada sedikit penyesuaian. Seperti membubut beberapa bagian, yakni rumah kopling dan dudukan (bos) kampas kopling. Daripada penasaran, kenapa tidak dicoba?
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGqKHAQUEBMecwJRM28cFfq-cu6FSDKuIaytqI_mMRC241-fq9wT516N3EVNHhzqffvtoWJ_LtHBIluJZiBstmyBSPCNWP4LOBn8nR-EKUOWt9zQuaHmkamAI7inxxJRQFeOuqRNrPpjPZ/s200/20110317jupiterz_1.jpg
Beda kampas FR80 (kiri) dan Force-1 (kanan)
Bisa dikerjakan sendiri dan sedikit orderan buat tukang bubut. Cara ini juga berlaku untuk Force-1 yang menganut kopling tangan. Silahkan ikuti langkah-langkah berikut.
"Pertama, buka baut pembuangan oli transmisi dan tampung dalam wadah. Setelah itu buka bak kopling sebelah kanan. caranya, lepas tujuh baut plus pakai obeng ketok. Jangan lupa copot kick starter dengan kunci 10 mm. Hati-hati, jangan sampai pernya lepas. Untuk kopling tangan, harus melepas tali baut stutnya terlebih dahulu.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR0A6fOOCFrsObG_rI4H_O25TIqpLIycuBGgFEMeHKp3V-Xan_ju6kbb5HAyk84euS7WKhmMH1gB6tZ9d3EMAMrPUFxHTixLQpGqziqvtwdx6reEMHXk1Jt3qxtqAwbeU0LEWZPu8tQZpA/s200/plat-kopling.jpg
Bagian yg dibubut (center cluth)
Pada komponen utama, kendurkan 4 baut penutup kopling pakai kunci T8. Lepas rumah kopling. caranya, pakai bantuan kunci penahan (treker) dan kunci sok 19 mm. Lpeaskan seluruh bagian rumah kolping, juga kampasnya. Sekarang, lakukan penyesuaian tonjolan kampas kopling FR80 dengan rumah kopling Force-1. Untuk itu, bibir rumah kopling sedikit dikikir. Karena tonjolan kampas FR lebih tebal dari milik Force-1. Hasil akhirnya, kampas harus pas dengan rumah kopling. Hal ini bisa di lakukan sendiri.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuGbifVORtLoB8hzkXuYbfaH59W2y54C-3MmJjlZ0d1uRyqbwZPWtusLdl9d4yNmAw4QWTpunUr52_yLq0p1Z_hMm6b5rReIMFbqkcbuv8elp1WhdCBgFnPs1jFHLkiZ1rT1NHLO_4ugN9/s200/kopling-fr-11.jpg
Rumah kopling (kiri atas), Poros kopling (kiri bawah),dan 
kampas kopling FR80 (kanan)
Langkah berikut, harus ke tukang bubut untuk menyesuaikan diameter dalam bos kopling Force-1 dengan kampas FR. Ukuran dari 85 mm diperkecil jadi 80 mm. Pisau bubut harus merambah sampai ke dasar komponen ini. Dengan demikian, 5 kampas dan 4 pelat besi bisa terpasang dengan baik. Pemasangan tinggal melakukan langkah kebalikan. Hasil akhir boleh dibedakan rasanya. Untuk kopling manual, tenaga buat menarik tuasnya sedikit lebih berat. tapi tarikan lebih ringan.

Cara ini juga dapat diaplikasikan pada Yamaha Jupiter-Z dan Yamaha Vega...!!

BIKIN MAGNET LANTARAN KEPEPET


Magnet Racing Yamaha RX-Z: BIKIN MAGNET LANTARAN KEPEPET
Anehnya manusia, kalau kepepet timbul ide hebat. Itu yang dialami pemodifikator asal semarang. Doyan ngebut, tapi kepepet magnet racing yang harganya selangit, akhirnya ia membuat magnet racing sendiri.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjix8O61_vaY7GSwgKAliDndpi6QfDkDEXPaLHAGoiEYQIBz4pFnwlyim9jJf-kglzOo986uFEFAH2oAxmDZq90Pl9GKhlYuHMWrg8-_ccImA6UVonHgcxyywhwpYD2_NgbhiNC2N5zMrVs/s320/racing-rxz2.JPG

MOTOR 2-TAK
Kisahnya berawal ketika ia jalan-jalan ke kawawasan Barito, Semarang. Ia menemukan magnet lama motor  Tohatsu jepang 1962. Pendek cerita, magnet rekayasa dipasang pada bebek Force-1. Dicoba turun di drag race Tawang Mas, motor kencang, tapi joki belum piawai; jadi belum mampu menang.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxMsOBi9XecbTYkrnhIia-PTylJ6mfUV55N2c9nCgOmOpFJX5kl8z4kO2QJoM0HsObUsdT6W02GZNShknhLZI1IbbzJiYnBZEGoMEv1Tk7Z8_3t7xakNj6mo2w95YgolGFUwJKJAwK0A_J/s320/2.jpg
Magnet GL terpasang rapi di messin RX-Z
Proyek kedua, dicoba di RX-Z saat dicoba dibalap liar Karangrejo. Ternyata bisa mengalahkan motor yang lebih gede cc-nya, antara lain RGR, NSR, dan Ninja. Alhasil, seorang pembalap bertanya kepadanya kalau ia pakai magnet racing.

Bagaimana sih bikin magnet racing?

MAGNET 4-TAK
Pada dasarnya, kata sang mekanik, semua motor 2-tak bisa diakali memakai magnet racing bikinan sendiri. Magnet modifikasi bisa mengadopsi dari pemilik motor 4-tak seperti Honda GL atau CB. Sementara CDI-nya bisa diambil dari Suzuki RGR. Magnet GL terdiri dari 4 rangkap. Yang diperlukan cuma 2 rangkap magnet. Sedangkan sepulnya, dari 6 cuma dibutuhkan 2 buah. Itupun sepul harus dipotong pendek dan disambung las lagi. Setelah beberapa kali gagal, jarak yang pas antara sepul dengan magnet adalah 1,5 mm.

Kabel bekas gulungan sepul masih bisa digunakan lagi. Boleh juga ganti baru, pakai kawat email berukuran 0,15. Soal pemasangan di RX-Z tak terlalu sulit. Alasannya, ukuran magnet GL tak berbeda jauh dengan RX-Z. Fungsi magnet racing buat mendongkrak tenaga. Tapi tanpa diimbangi kilikan mesin, ya percuma. Makannya, kepala silinder dipotong 1,5 mm. Lubang isap dikorek sehingga posisinya naik 1 mm. Sedangkan lubang buang naik jadi 3 mm.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFd6FUMQINQ1xa0iA_akegGHfRz-AjVtTX82bLrtgtW1Pl8_mK5WOI1wOYa4npimnN2_03ZCHLTqheBha-M-js7tjqRbLXl0nbKCMl7ScUwwatso3pZoWfzBXtJPrXpYPdEXbvXt91VmGy/s320/3.jpg
CDI Suzuki RGR menjadi pasangan magnet GL

Pistonnya masih orisinal. Boleh juga ganti piston RX-King, terutama kalau mau turun di kelas 150 cc. Karburator setandar juga dipertahankan. Hanya main jet ditukar 22 dan pilot-jet dinaikan 27. Buat sehari-hari ukuran seperti itu dianggap pas.

Modifikasi agak berat dilakukan pada gigi primer yang diganti milik special engine YZ-125. Alasan penggantian untuk menambah kemampuan top-speed. Soalnya gigi primer YZ-125 lebih besar. Penggantian gigi primer YZ-125 membawa konsekuensi. Ukurannya yang lebih besar membuat rumah kopling standar terdesak. Solusinya, rumah kopling berikut pelat dan kampasnya mengadopsi dari RX-S.

Terakhir, tinggal menyesuaikan rasio terakhir. Buat trek panjang, kombinasi sproketnya 16/43. Tapi untuk sirkuit pasar senggol, pasang 16/46.

GUNTING KATUP BULUH TENDANGAN BALIK BISA DIBUNUH


Yamaha RX-Z: GUNTING KATUP BULUH TENDANGAN BALIK BISA DIBUNUH
Lidah katup buluh racing yang dibuat dari serat karbon, di lintasan agak merepotkan. Soalnya, lidah model ini rentan terhadap panas. Yang ngotot memakainya kudu rajin memeriksa setiap tiga kali ikut balap. Jika diterapkan pada motor sehari-hari daya tahannya cukup tiga bulan, selanjutnya lidah harus diganti.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP_o8eCHoDnSWmrOklPhNDryf76_u0Fe_jeTeKXZE1QOkYF9Sf-K5bPJkCG1kqfAJkM0aWE5fJjWslXEIKQ-Gn1xdPKYWfrIIaLB33ogFG1L7dKKvq0TIOKCyj1-tYbO3ZlHIaN9HP-6qY/s200/1.jpg
Katup pelapis berada di luar
(1). Katup buluh (2)
Soal tahan panas, justru katup buluh standar lebih kuat. Kekurangannya, standar terlalu lembek. Padahal, buat aplikasi balap diperlukan yang lebih kaku. Maka katup buluh standar perlu dimodifikasi berlapis dua. Tapi, pelapis kedua bukan berfungsi sebagai katup buluh. Kerjanya hanya mengganjal untuk mengurangi kelenturan. Dengan teknik itu, biar campuran udara tak membalik ke karburator.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb4fJZY7Aoa7JGghRgsxjwbwlXxldSZdZVx2jawhoq4f6KPGU3Dhh-TtSJNFaOQ86Rk-DYEyzQuAl1YKwpJWB0Ul_0uhElQJ_FseVND95A2kuwTUTs2GRbPRza-zDuz7Kl4jd3ILm-CSGH/s320/2.jpg
Katup standar (kiri) dan Katup guntingan (kanan)
Tentu, kiat itu bisa untuk motor sehari-hari dan semua tipe motor 2-tak berkatup buluh. Kali ini yang menjadi objek terapan Yamaha RX-Z. Anda perlu beli satu set lidah katup RX-Z, lalu sediakan gunting, kunci sok/ring 12, obeng kembang dan min.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiq2JPrbndmW-HuCUItUaDKn5icIZP7M9qUoMFrLu-eBZRP5XQZ4Y0288eEhC871kbt2mEaG5xwD7O9vjcfOEPH2f5Uk8cuyj6WPHMKTVOw6mx7RJqlUDcs5KKEQfqsoNrEEFGte8m3vXh/s200/3.jpg
Bukaan celah katup 11 mm
1.            Gunting sisi atas dan samping keempat lidah yang akan menjadi pelapis. Patokan ukurannya, tinggi 20 mm, lebar 10 mm. Hati-hati, jangan menggunting konstruksi dan lubang di bagian bawah lidah. Karena lubang ini tetap brfungsi sebgai dudukan pengikatnya.
2.            Lepas karburator sambil membuka klem dari saringan udara dan klem karet (flens) saluran masuk dengan obeng min. Tarik karburator ke arah kanan.
3.            Buka saluran masuk berikut rumah katup buluh sambil melepas empat baut pengikatnya dengan kunci ring 12. Tarik lubang masuk beserta rumah katup buluh.
4.            Lepas empat sekrup penahan lidah katup dan pembatas celah bukaan lidah. Gunakan obeng kembang ukuran sedang.
5.            Pasang secara bersusun lidah katup dan pelapisnya. Posisikan katup berlapis berada di antara katup buluh utama dan pelat pembatas celah buka.
6.            Kalau sudah terpasang, sekarang perlu setel pelat pembatas dengan bukaannya. Pastikan katup buluh membuka sejarak 11 mm. 
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH_-gG-oGxDc6nWJDG7Gm5ev8lV7Uv6rK_9KWKHKrM3Cs-h-JINGyKqpaJAqLsoL61r4VL_scZZH_gImHTnSUablmtT1Jgb3GJ_45NuD7daYq1jWJhJdDVrpl17AyCiZbpbGPA1t8Ba6wa/s200/4.jpg
Gunting Katup Standar dengan rapih